H. Mulyadi: Kehadiran Hashim Djojohadikusumo Jadi Motivasi Besar Petani Kedelai Indramayu
INDRAMAYU — Semangat para petani kedelai di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, kembali membara. Rencana kehadiran Hashim Djojohadikusumo, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi, dalam kegiatan Penanaman Kedelai Nasional yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026 di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PG Rajawali II, disambut dengan antusias luar biasa oleh Pengurus Koperasi Bareng-Bareng Sugih (BBS).
Bagi para petani yang selama ini bekerja keras di bawah terik matahari dan hujan, kehadiran tokoh nasional tersebut bukan sekadar kunjungan resmi. Itu adalah sinyal kuat bahwa perjuangan mereka dilihat, didengar, dan diapresiasi di tingkat tertinggi. Lahan HGU yang luas di Desa Sukamulya seolah menunggu momen bersejarah itu: saat tangan-tangan petani Indramayu menanam bibit kedelai di hadapan penasihat khusus presiden, menandai langkah serius menuju kemandirian pangan nasional.
Di tengah antusiasme itu, muncul satu suara yang lantang dan penuh keyakinan. H. Mulyadi Suksestor, putra terbaik Indramayu yang telah meraih sukses sebagai pengusaha di tingkat nasional, menyatakan kesiapannya mendukung penuh program pengembangan kedelai di Bumi Wiralodra. Baginya, menjadikan Indramayu sebagai Tobak Nasional — lumbung kedelai Indonesia — bukan sekadar slogan. Itu adalah cita-cita yang harus diperjuangkan bersama.
“Indramayu memiliki tanah yang subur, petani yang gigih, dan potensi pertanian yang luar biasa. Kedelai adalah salah satu komoditas yang bisa mengangkat harkat dan martabat petani kita sekaligus mengharumkan nama Indramayu di tingkat nasional. Saya siap dukung penuh program ini demi kemajuan daerah kita tercinta,” tegas H. Mulyadi dengan nada penuh keyakinan.
Putra Daerah yang Tak Melupakan Akar
H. Mulyadi Suksestor bukan orang asing di Indramayu. Lahir dan besar di tanah yang kaya akan sawah menghampar dan semangat pantang menyerah, beliau membawa nilai-nilai kearifan lokal ke setiap langkah perjalanannya. Dari dunia usaha hingga kepedulian sosial, rekam jejaknya membuktikan bahwa anak daerah pun mampu bersaing di kancah nasional tanpa meninggalkan kampung halaman.
Bagi banyak warga Indramayu, sosok H. Mulyadi adalah inspirasi hidup. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan bukan alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk kembali memberi. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menekankan satu pesan sederhana namun kuat: kemajuan Indramayu adalah tanggung jawab bersama, terutama bagi mereka yang telah merasakan manisnya hasil dari tanah kelahiran.
Komitmennya terhadap program kedelai ini lahir dari keyakinan mendalam. Ia melihat peluang emas di tengah tantangan nasional. Indonesia hingga kini masih bergantung pada impor kedelai dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan industri tahu, tempe, dan pakan ternak. Padahal, potensi lahan di dalam negeri — termasuk di Indramayu — sangat memadai. Kabupaten yang sudah lama dikenal sebagai lumbung padi nasional ini kini siap menambah mahkota kejayaannya.
Dukungan Konkret, Bukan Sekadar Kata
H. Mulyadi tidak berhenti pada pernyataan. Ia merinci bentuk dukungan nyata yang siap diwujudkannya:
- Penguatan kapasitas petani melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan peningkatan keterampilan budidaya kedelai modern.
- Akses permodalan yang lebih mudah bagi kelompok tani melalui kemitraan strategis dengan lembaga keuangan dan pelaku usaha.
- Pembangunan infrastruktur pascapanen agar hasil panen kedelai tidak hanya berlimpah, tetapi juga berkualitas dan bernilai tambah tinggi.
- Pembukaan jaringan pasar yang lebih luas agar produk kedelai Indramayu bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan diekspor.
- Penerapan teknologi pertanian terkini untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
- Advokasi kebijakan yang berpihak pada petani di level nasional, agar suara petani Indramayu didengar di meja-meja pengambil keputusan.
Dukungan ini diharapkan menjadi jembatan antara semangat petani di lapangan dengan peluang besar yang terbuka di tingkat nasional. Dengan kehadiran Hashim Djojohadikusumo, momentum ini dinilai sangat tepat. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha lokal, dan tokoh seperti H. Mulyadi diyakini mampu mempercepat langkah Indramayu menuju Tobak Nasional.
Potensi yang Menanti untuk Dioptimalkan
Indramayu memiliki modal dasar yang kuat. Ratusan ribu hektar lahan pertanian produktif, jaringan irigasi yang relatif baik, akses transportasi memadai, serta petani yang sudah terbiasa bekerja keras di sawah. Pengalaman panjang dalam bercocok tanam padi dapat dialihkan dan dikembangkan untuk budidaya kedelai berkualitas tinggi.
Ditambah komitmen pemerintah daerah dalam mendorong diversifikasi pertanian, peluang ini semakin terbuka lebar. Kebutuhan kedelai nasional yang tinggi juga menjadi jaminan bahwa produksi lokal akan terserap pasar. Tidak ada kekhawatiran kelebihan pasokan — yang ada justru tantangan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
H. Mulyadi melihat semua ini dengan jeli. Ia yakin, dengan kerja sama yang solid, mimpi Indramayu sebagai sentra kedelai terdepan di Indonesia bisa terwujud dalam waktu yang tidak lama.
Harapan yang Menyatu
Kehadiran figur seperti H. Mulyadi yang berani berdiri di garis terdepan menjadi angin segar bagi ribuan petani. Mereka yang selama ini berjuang dengan kesabaran dan ketangguhan kini merasa tidak sendirian. Masyarakat Indramayu menaruh harapan besar. Harapan bahwa tanah subur ini tidak hanya menghasilkan padi, tetapi juga kedelai yang menghidupi dan mengharumkan nama daerah.
“Bersama kita maju, bersama kita wujudkan Indramayu sebagai Tobak Nasional Kedelai Indonesia!”
Pesan itu bergema lantang dari H. Mulyadi Suksestor — putra daerah kebanggaan Indramayu.
Indramayu maju, Petani sejahtera, Kedelai Indonesia berjaya.

.png)
إرسال تعليق