Haji Mulyadi Kembangkan Budidaya Kedelai, Libatkan Ratusan Warga untuk Dukung Ketahanan Pangan
INDRAMAYU — Kepedulian terhadap sektor pertanian mendorong Haji Mulyadi, tokoh masyarakat asal Kabupaten Indramayu, untuk terjun langsung mengembangkan budidaya kedelai. Tak hanya berorientasi pada produksi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Haji Mulyadi menginvestasikan dana pribadinya untuk mengembangkan budidaya kedelai di lahan sekitar 210 hektare yang berada di kawasan PG Rajawali 2 Jati 7, Kabupaten Majalengka. Pengelolaan lahan dilakukan secara profesional, mulai dari pengolahan tanah, penanaman hingga perawatan tanaman.
Menurut Haji Mulyadi, pengembangan kedelai tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya komoditas kedelai.
“Pertama kita ikut program pemerintah tentang ketahanan pangan, khususnya kedelai. Yang kedua, saya ingin memberdayakan masyarakat setempat,” ujar Haji Mulyadi.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut melibatkan sekitar 360 warga. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengelola lahan dengan luasan sekitar setengah hektare per orang.
“Jumlahnya hampir 360 orang. Satu orang kita kasih sekitar setengah hektare,” katanya.
Saat ini, sebagian tanaman kedelai yang dikembangkan telah memasuki masa berbuah. Untuk tahap awal, sekitar 50 hektare lahan disebut telah menunjukkan perkembangan yang baik dan diperkirakan memasuki masa panen dalam waktu sekitar dua minggu.
Keberhasilan pengembangan budidaya kedelai ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki prospek yang menjanjikan apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan produksi kedelai, program tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong generasi muda untuk kembali melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang ekonomi.
Haji Mulyadi pun berkomitmen untuk terus mengembangkan budidaya kedelai pada musim tanam berikutnya. Keberhasilan panen perdana diharapkan menjadi motivasi untuk memperluas pengembangan komoditas tersebut.
Kiprah Haji Mulyadi menunjukkan bahwa keberhasilan di sektor pertanian tidak hanya diukur dari hasil yang diperoleh, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan kontribusinya terhadap ketahanan pangan.
Posting Komentar